TEMPO.COJakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa pendidik di berbagai tingkat lembaga pendidikan merupakan kunci dalam membentuk sumber daya manusia Republik Indonesia yang berkualitas. 

"Pendidik adalah kunci untuk membentuk SDM Indonesia sehingga bisa memiliki daya saing yang tinggi, baik di tingkat nasional maupun hingga level global," katanya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2017.

Ketua MPR menerima kedatangan sebanyak 14 anggota delegasi Ikatan Lintas Pegawai Perguruan Tinggi Negeri Baru (ILP-PTNB) yang dipimpin Ketua ILP-PTNB Fadillah Sabri di gedung Nusantara III, kompleks MPR/DPR/DPD, Rabu kemarin. Delegasi ILP-PTNB menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan terkait dengan agenda tunggal penyampaian aspirasi tentang status kepegawaian.

Fadillah mengungkapkan bahwa kedatangan delegasi adalah mewakili suara kepegawaian, baik dosen maupun tenaga kependidikan, dari 36 perguruan tinggi negeri baru se-Indonesia yang tergabung dalam ILP-PTNB. Dia mengatakan status kepegawaian para dosen menjadi tidak jelas setelah 36 perguruan tinggi diubah statusnya menjadi perguruan tinggi negeri.

Sebenarnya pemerintah telah mengupayakan persoalan tersebut dengan mengeluarkan atau menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Nomor 38 Tahun 2016. Namun nyatanya sampai saat ini persoalan status tersebut dinilai tidak kunjung selesai sehingga berimbas pada kinerja. Zulkifli berharap pemerintah, terutama kementerian terkait, agar menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Fikri Faqih berharap kualitas pendidikan Indonesia pada 2017 membaik. Hal ini khususnya disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki tupoksi merumuskan kebijakan sedari dini, yaitu Wajib Belajar 12 tahun.